Jumat, 09 September 2016

Puisi Mati


Pasti Mati
Oleh: Ariet
Mati
Bibir bergetar
Ketika serak mata berkeningkan kematian
Bahwa akan terbenam dalam kubangan tanah kasar
Terpuruk bersama bongkahan-bongkahan tanah
Yang berpatokkan nisan atas namanya yang pernah hidup
Dan apabila tiba, akan terbakar atas ketidak taatannya
Atau bersandar ria di atas sana dengan hidangan surgawinya

Mati
Tubuh bergetar
Memendam rasa ketakutan
Bagai di tempat gelap, sendiri
Di mana hanya ada tanah dan raga ya tak kembali
Dengan jasad berlumuran darah bercampurkan tanah
Busuk nanah berceceran ulat-ulat belatung
Dan tampak dua sosok malaikat di kanan kiri
Dengan bahasanya yang tak dimengerti

Mati
Percuma menyesalinya
Karena Takkan pernah kembali dari liang
Kau pun akan pergi
Berlalulah dengan hati ikhlas
Taat kepadanya hingga tak ada titik noda berkarat dan berlumut
Lupakan kenangan, kesombongan, dan keangkuhan
Hingga kelopak mata berhenti berkedip
Dan bibirpun tersenyum rapat
Dalam dekapan Tuhan.
                                                                                                                       

08-September-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar